Pages

Sunday, August 10, 2014

Mengenal PHP dan MYSQL


PHP dan Mysql adalah kedua istilah kata yang jika kita tidak mengetahui dasarnya kita tidak akan tahu tentangnya. Karena untuk menguasai dan mahir dalam membuat  suatu website ataupun aplikasi berbasis web, PHP serta Mysql ini merupakan pilar utama yang harus kita kuasai, karena jika tidak kita akan buta huruf PHP dan Mysql deh,  kalau dalam dunia perkuliahan khususnya pada jurusan elektro ataupun informatika pasti ini merupakan hal yang wajib 'ain untuk dipegang loh. daripada ngoceh-ngoceh melulu mendingan kita simak aja yuk dasar-dasarnya supaya nanti kalian-kalian yang mau dan pengen belajar pemrogaman PHP dan Mysql jadi punya gambaran kedepannya. cek this out!


MySQL

PHP adalah singkatan dari PHP: hypertext preprocessor. PHP merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting. PHP memungkinkan anda untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis.

PHP dapat dijalankan pada berbagai macam system operasi, misalkan: Windows, LINUX, dan Mac OS. Selain Apache, PHP juga mendukung beberapa web server lain, misalkan Microsoft IIS, Caudium, PWS dan lain-lain.
Sistem manajemen database yang sering digunakan bersama PHP adalah MySQl. Namun, PHP juga mendukung system manajemen database Oracle, Microsoft Access, Interbase, dBase, PostgreSQL, dan lain-lain.

HIngga kini, PHP sudah berkembang hingga versi 5. PHP 5 mendukung penuh Object-Oriented programming (OOP), integrasi XML, mendukung semua ekstensi terbaru MySQL, serta ratusan peningkatan lainnya, dibandingkan versi sebelumnya.
PHP juga bersifat open source sehingga setiap orang dapat menggunkannya secara gratis.

Ketika aplikasi yang dibuat membutuhkan informasi yang cukup banyak dan kompleks, maka perlu adanya suatu tempat untuk menyimpan berbagai informasi atau data yang dibutuhkan dengan terstruktur yang sering disebut dengan database. Penggunaan databasedimaksudkan agar informasi yang ditampilkan dapat lebih fleksibel. Data terbaru dapat diakses oleh pengunjung dan terdokumentasi dengan baik.

MySQL adalah salah satu jenis database server yang banyak digunakan dan sangat terkenal. Kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses database yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu DDL, DML dan DCL. Selain itu, MySQL bersifat free (tidak perlu membayar untuk menggunakannya).

DDL

DDL (Data Definition Language) merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut-atribut database, tabel, atribut (kolom), batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel. Perintah yang termasuk dalam kelompok DDL adalah:

  1. CREATE, untuk membuat tabel. Contoh: CREATE TABLE siswa (no_siswa INTEGER, nama CHAR(15));
  2. ALTER, untuk mengubah struktur tabel. Contoh: ALTER TABLE siswa ADD kelamin CHAR(1);
  3. DROP, untuk menghapus tabel. Contoh: DROP TABLE siswa;
DML

DML (Data Manipulation Language) adalah kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data dalam database, misalnya untuk pengambilan, penyisipan, pengubahan, dan penghapusan data. Perintah yang masuk kategori DML adalah:

  1. SELECT, untuk memilih data. Contoh: SELECT * FROM siswa;
  2. INSERT, untuk menambah data. Contoh: INSERT INTO siswa VALUES (‘1’,’hakim’);
  3. DELETE, untuk menghapus data. Contoh: DELETE FROM siswa WHERE nama = ‘hakim’;
  4. UPDATE, untuk mengubah data. Contoh: UPDATE siswa SET nama=’hakim’ WHERE no_siswa=‘1’;

DCL

DCL (Data Control Language) berisi perintah-perintah untuk mengendailkan pengaksesan data. Pengendalian dapat dilakukan berdasarkan perpengguna, per-tabel, per-kolom maupun per-operasi yang boleh dilakukan. Perintah-perintah yang termasuk dalam DCL adalah:

  1. GRANT, untuk memberikan kendali pengaksesan data. Contoh: GRANT SELECT siswa TO hakim;
  2. REVOKE, untuk mencabut kemampuan pengaksesan data. Contoh: REVOKE SELECT ON siswa FROM hakim;
  3. LOCK TABLE, untuk mengunci tabel. Contoh: LOCK TABLE siswa;

PHP

Salah satu server side scripting (berjalan pada sisi server) yang populer saat ini adalah PHP. Selain dapat digunakan untuk berbagai sistem operasi, koneksi database yang sangat mudah, dan gratis menyebabkan PHP banyak digunakan.

Konsep Kerja PHP

Konsep kerja PHP diawali dengan permintaan suatu halaman web (file.php) oleh browseratau klien. Kemudian berdasarkan alamat di Internet (URL), browser mendapatkan alamat dari web server, yang akan mengidentifikasi halaman yang diminta, dan menyampaikan segala informasi yang dibutuhkan oleh web server.
Selanjutnya, ketika file PHP yang diminta didapatkan oleh web server, isinya segera dikirimkan ke mesin PHP untuk diproses dan memberikan hasilnya (berupa kode HTML) keweb server, lalu menyampaikannya ke klien. Untuk lebih jelasnya, konsep kerja PHP dapat dilihat pada Gambar berikut:


Gambar. Sistem Kerja PHP


Mengenal Skrip PHP
Suatu skrip akan dikenali sebagai skrip PHP bila diapit oleh salah satu
tanda di bawah ini:

1. <?php . . . .?>
2. <?. . . . . . .?>
3. <script language=”PHP”>. . .</script>
Contoh penggunaannya:
   <?
   echo ”Hallo PHP, Aku akan menaklukanmu !!”;
   ?>
Dan biasanya, suatu skrip yang baik disertai dengan komentar. Komentar merupakan penjelasan-penjelasan yang menerangkan maksud dari suatu skrip agar skrip tersebut dapat dipahami dengan mudah dan juga berguna bagi programer lain untuk memahami skrip yang dibuat.


PHP menyediakan beberapa tanda dalam menuliskan komentar, yaitu:
1. // : Komentar gaya bahasa C ++. Syaratnya harus berada pada satu baris.
2. /* … */ : Komentar gaya bahasa C, biasanya digunakan untuk memberi
keterangan atau komentar yang panjang atau melebihi satu baris.
3. # : Komentar gaya shell. Syaratnya sama seperti tanda //.
Contoh penggunaannya:
<?
// echo adalah perintah untuk menampilkan sesuatu di layar
echo (“Hallo PHP, Aku akan menaklukanmu !!”);
echo(“<BR>”);
/*
Tag <BR> merupakan tag HTML yang berfungsi untuk berpindah baris. Fungsi date berfungsi untuk menampilkan informasi berupa tanggal(d=date), bulan(M=Month) dan tahun (Y=Year)
*/
echo (“Sekarang Tanggal: “);
echo date (“d M Y”);
?>
Dan seperti halnya bahasa pemrograman lainnya, PHP juga mengenal variabel, kalimat bersyarat, perulangan, operator, array, dan fungsi. Disamping itu, karena PHP merupakan skrip yang berjalan di server, maka ditambahkan kemampuan untuk mengolah proses di server seperti melakukan koneksi ke database, membaca sistem di server dan client, manajemen session, cookies, penanganan form, penanganan file, enkripsi, dan lain-lain. Untuk mempelajari PHP lebih lanjut, bacalah manualnya atau buku-buku yang banyak tersedia di pasaran.


Integrasi PHP dengan MySQL
Salah satu kelebihan unggulan dari PHP adalah mampu berkomunikasi dengan berbagaidatabase terkenal, seperti dBASE, Informix, Interbase, Access, MSQL, MySQL, Oracle, PostgreSQL, Sybase, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, untuk menampilkan data yang bersifat dinamis (yang diambil dari database), merupakan hal yang mudah untuk diimplementasikan. Itulah sebabnya sering dikatakan bahwa PHP sangat cocok untuk membangun halaman-halaman dinamis, baik di lingkungan web maupun WAP.

PHP sudah menyediakan fungsi-fungsi bawaan (built-in) untuk mengakses database dan menampilkan data-data yang terdapat didalamnya. Selain itu, PHP juga bisa memasukkan perintah-perintah SQL untuk pengolahan database lebih lanjut, seperti untuk menambah, menghapus, mencari dan mengedit data yang terdapat di database. Untuk mengintegrasikan PHP dengan database di server MySQL, dibutuhkan dua fungsi utama, yaitu:

1. Fungsi mysql_connect ($hostname, $username, $password);
Untuk koneksi ke server MySQL dengan alamat $hostname, login $username, dan password $password. Jika parameter nama hostname tidak dideklarasikan, otomatis akan berisi localhost. Koneksi ke database akan secara otomatis terputus pada saat skrip program selesai dieksekusi seluruhnya, kecuali diberikan fungsi mysql_close( ). Fungsi mysql_connect( ) akan menghasilkan nilai true, jika koneksi berhasil dilakukan dan nilai false jika koneksi gagal.

2. Fungsi mysql_select_db ($nama_database);
Untuk menghubungkan database yang bernama $nama_database;
Membuat dan Menampilkan Database

Setelah koneksi ke database berhasil, maka langkah selanjutnya adalah membuat database. Untuk membuat sebuah database, gunakan fungsi mysql_create_db( ), misalnya membuat database dengan nama ‘hotel’: $data=mysql_create_db(”hotel”); Setelah membuat database, selanjutnya adalah cara untuk mengambil data yang ada di dalam database(MySQL) agar dapat ditampilkan dan dilihat oleh user, caranya adalah dengan menggunakan fungsi-fungsi seperti mysql_fetch_array( ), mysql_fetch_row( ), mysql_num_rows( ), dan lain-lain, tergantung pada format tampilan (output) yang diinginkan
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
Posts RSSComments RSSBack to top
© 2014 Just Information ∙ Copyright All Right Reserved

Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0